Pengelolaan Keuangan Keluarga Yang Sehat Dan Transparan

Pengelolaan Keuangan Keluarga Yang Sehat Dan Transparan 1
Pengelolaan Keuangan Keluarga

Masalah ekonomi atau keuangan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan konflik di dalam keluarga. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik dan terstruktur berdasarkan rasa saling terbuka, komunikasi dan komitmen antara suami istri menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

Tidaklah menjadi sebuah keputusan yang baik jika terjadi masalah ekonomi lantas meninggalkan cinta yang telah dibangun atau hanya sekedar mencari tambahan income semata. Solusi dari semua masalah keluarga baik keuangan ataupun masalah pelik lainnya adalah duduk bersama melakukan komunikasi dan mencari solusi yang terbaik. Dari sinilah, pasangan rumah tangga hendaknya mengetahui dan memahami prinsip-prinsip ekonomi dan manajemen keuangan keluarga.

Prinsip Pengelolaan Keuangan


Untuk mencapai kesepakatan bersama dalam keluarga untuk mengatasi masalah ekonomi, perlu ditekankan bahwa seluruh anggota keluarga harus memiliki pengertian dan sudut pandang yang sama sesuai dengan pengelolaan keuangan keluarga, yaitu:

  • Berusaha mencari nafkah yang halal dan baik.
  • Pasangan suami istri dan anggota keluarga harus sepakat untuk mengingatkan dan mengontrol keuangan dalam rumah tangga.
  • Hemat dan Ekonomis
  • Tidak konsumtif dan berhemat adalah langkah yang tepat untuk mengajarkan anak. Komunikasi dan komitmen semua anggota keluarga menjadi jalan utama untuk kesuksesan pengelolaan keuangan.
  • Membiasakan untuk Menabung dan Bersedekah
  • Kesepakatan setiap anggota keluarga untuk rajin menabung dan bersedekah dalam kondisi apapun.
    • Menurut Islam, kewajiban memberi nafkah kepada keluarganya adalah tanggung jawab suami, tetapi keterbukaan besaran pendapatan dan darimana perolehannya menjadi faktor penting. Hal ini bertujuan agar sang istri mengetahui besarnya tanggung jawab yang dipikul oleh suami.

      BACA JUGA:  Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Secara Efektif

      Lebih jauh lagi, libatkan istri dalam mengelola pendapatan suami sehingga sehingga rela membantu mencari tambahan income jika dalam kondisi mendesak. Kebangkrutan ekonomi tidak hanya terjadi pada perusahaan saja, melainkan dapat terjadi juga pada rumah tangga. Untuk itu, pengelolaan keuangan keluarga yang baik dan sehat sangat diperlukan sebuah komunikasi dan komitmen bersama.

      Tipe Pengatur Keuangan


      Di negara Indonesia, banyak yang menganut sistem "mama bos, papa bos" dengan pengertian sebagai berikut:

      RELATED:  Pengelolaan Keuangan Keluarga Yang Sehat Dan Transparan

      • Mama Bos
      • Tipe ini adalah kondisi ketika suami menyerahkan seluruh pendapatannya kepada sang istri untuk mengelola dan mengatur keuangan rumah tangga. Hal ini karena biasanya istri lebih jago dalam mengelola keuangan daripada suami.
      • Papa Bos
      • Selain mencari nafkah, suami juga berperan sebagai pengatur keuangan keluarga karena si istri sadar memiliki kebiasaan boros. Untuk itu, daftar pengeluaran rutin setiap sangat penting ditunjukan kepada suami agar dapat memberikan sesuai kebutuhan kepada istri.
        • Dari kedua tipe diatas, manakah yang terbaik? Semuanya kembali pada budaya keluarga, kesepakatan dan komitmen bersama.

          Mendokumentasikan Aset


          Dokumentasi Aset
          Ilustrasi Dokumentasi Aset

          Tidak adanya dokumentasi aset dan hutang menjadi salah satu masalah yang menyebabkan pengelolaan keuangan keluarga menjadi berantakan. Adanya dokumentasi ini untuk mengetahui besarnya kekuatan ekonomi keluarga.

          Jadi, pasangan suami istri harus mendokumentasikan semua aset dan kekayaan keluarga yang dimiliki, mulai dari tabungan, emas, mobil, dan lainnya. Dari semua aset dan kekayaan ada tidak yang masih dalam kondisi berhutang. Jika semua aset dan kekayaan lebih besar dari pada hutang, maka kondisi keuangan keluarga dalam keadaan positif.

          VIRAL:  Pengelolaan Keuangan Keluarga Yang Sehat Dan Transparan

          Mencatat Semua Penghasilan dan Pengeluaran


          Untuk menjamin pengelolaan keuangan keluarga berjalan lancar, maka catatlah semua penghasilan dan pengeluaran bulanan sehingga suami istri akan mengetahui saldo yang tersisa dari itu semua. Saldo inilah yang dapat digunakan untuk masa depan keluarga. Jika sisa saldo dari pengasilan dan pengeluaran hanya tersisa sedikit, maka langkah yang tepat adalah menabung.

          Jika ternyata saldo yang tesisa adalah minus, maka jangan langsung beranggapan bahwa penghasilan dari gaji suami masih kurang. Cek ulang semua catatan pengeluaran termasuk pengeluaran pribadi. Hal ini tentu saja banyak anggota keluarga yang tidak sadar akan pengeluaran pribadinya yang terkadang melebihi batas.

          Pada dasarnya, perencanaan keuangan keluarga jangan berdasarkan taksiran pendapatan semata, karena taksiran akan berbeda jauh dengan kenyataan yang ada.

          Kesimpulan


          Keterbukaan, saling percaya, komunikasi dan kesepakatan menjadi faktor penting untuk menunjang pengelolaan keuangan keluarga. Ada baiknya jika kesepakatan dilakukan sebelum menikah sehingga saat berumah tangga tidak akan terjadi kesalahpahaman.

          writen by Rika Safitri | January 13, 2022


REVIEW POPULER
  • Aplikasi Sadap Wa Pasangan
    5 Rekomendasi Aplikasi Sadap WA Pasangan Tanpa Ketahuan
    January 31, 2022
  • Ghozali Everyday Kaya Mendadak
    Viral: Ghozali Everyday Kaya Mendadak, Nilai Aset Milyaran Rupiah, Begini Caranya!
    January 15, 2022
  • 5 Rekomendasi Asuransi Mobil Syariah Terbaik Dan Termurah
    5 Rekomendasi Asuransi Mobil Syariah Terbaik Dan Termurah Di Indonesia
    January 14, 2022
  • 1 Ilustrasi Contoh Anggaran Dasar Rumah Tangga
    Contoh Anggaran Dasar Rumah Tangga Dan Manfaatnya Bagi Organisasi
    December 26, 2021
REVIEW PRODUK PILIHAN
Kategori